Desa Sausu Tambu merupakan hasil pemekaran dari Desa Induk Sausu Piore, yang awalnya hanya terdiri dari Dusun IV Tambu sebelum akhirnya melibatkan dua dusun lain karena pertimbangan geografis dan strategis. Proses pemekaran ini tidak lepas dari berbagai kendala dan perjuangan para tokoh, yang menjadi bagian penting dalam sejarahnya. Pada tanggal 13 April 2010, Desa Sausu Tambu ditetapkan sebagai Desa Persiapan Pemekaran oleh Bupati Parigi Moutong, Bapak Drs. H. Longki Djanggola, M.Si., dan diresmikan sebagai Desa Definitif pada 25 Agustus 2011 dengan kepala desa pertama, Saudara Moh. Astil. Desa ini memiliki potensi alam yang melimpah, seperti teluk, pantai, gunung, hutan, serta area pertanian dan perkebunan, sehingga dikembangkan menjadi salah satu desa wisata di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Desa Sausu Tambu merupakan salah satu rintisan desa wisata di Kabupaten Parigi Moutong yang terus berinovasi untuk menarik minat pengunjung. Berbagai pembangunan fisik telah dilakukan, seperti jembatan hutan mangrove, gazebo, hingga kedai di pinggir teluk yang menjadi daya tarik utama, terutama saat hari libur. Desa ini juga berhasil menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, namun tetap mengutamakan investasi dari warga setempat melalui pembangunan Sausu Glamping dengan model bagi hasil. Inisiatif ini terbukti meningkatkan citra Desa Sausu Tambu sebagai desa wisata yang unggul dibandingkan desa-desa lain di sekitarnya yang juga memiliki potensi laut. Selain itu, melalui peran aktif Pemuda Pemudi Karang Taruna, promosi desa wisata semakin diperluas dengan digitalisasi, baik melalui platform resmi desa maupun secara personal oleh warga muda. Kolaborasi antara desa, warga, dan dinas pariwisata terus diperkuat guna memaksimalkan potensi dan daya tarik Desa Sausu Tambu
Desa Sausu Tambu memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bernama BUMDes Karosondaya, yang resmi berbadan hukum pada November 2024. BUMDes ini mengelola berbagai unit usaha, meliputi sektor wisata, pertanian, peternakan, air galon isi ulang, serta penyewaan tenda dan kursi. Keberadaan BUMDes ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui optimalisasi potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Desa Sausu Tambu memiliki beragam potensi unggulan yang mendukung pengembangan desa wisata, seperti keripik pisang yang menjadi produk khas, tambak udang dan bandeng yang mendukung sektor perikanan, serta pertanian padi yang menjadi sumber utama mata pencaharian masyarakat. Potensi-potensi ini tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga memperkaya daya tarik Desa Sausu Tambu sebagai destinasi wisata yang mengedepankan keunikan alam dan kearifan lokal.